Rabu, 17 Mei 2017

Karyawan outsourching berdemo menuntut kebebasan bekerja

                                       
                                          Gambar: Sorotdaerah.com


Kayu Agung
Rabu 17 Mei 2017


Ribuan karyawan outsourching di berbagai kota dari seluruh cabang perusahaan PT. Sudah Sangat Jenuh Jaya Sekali berdemo besar-besaran hari ini mereka menuntut agar perusahaan memberikan kebebasan dalam bekerja hal ini disebabkan karena ketatnya peraturan yang diterapkan oleh perusahaan,disebutkan bahwa di dalam kontrak kerja perusahaan mencantumkan peraturan-peraturan yang memasung hak kebebasan bekerja setiap pekerjanya. 


“Hari ini kami berkumpul disini untuk menuntut perusahaan agar dapat menghilangkan peraturan yang tertera pada kontrak kerja yang memasung hak kebebasan bekerja kami sebagai karyawan outsourching,kami ingin agar kebebasan bekerja ini tidak hanya berlaku perusahaan ini saja namun juga diseluruh kantor cabang perusahaan yang ada. Tukasnya”

PT. Sudah Sangat Jenuh Jaya Sekali memiliki sekurang-kurangnya sekitar 22 cabang diseluruh indonesia dan beroperasi pada bidang produksi makanan siap saji yang telah berlangsung selama lebih dari 26 tahun serta memiliki karyawan keseluruhan terhitung sejumlah 5.700 karyawan di berbagai cabang perusahaan berdasarkan informasi yang dihimpun dari perusahaan,dipimpin oleh seorang direktur utama dan kepala cabang bagi yang berada di daerah, memproduksi 700.000 makanan siap saji per harinya untuk setiap satu pabrik pengolahan 
 
Massa sudah berkumpul di halaman depan kantor perusahaan yang beralamat di jalan Sungai Sudah Mencapai Titik Nol,desa Jembatan Panahan Sambung Lagi,kelurahan Turunanrun Terapadi,kecamatan Jangan Tambah Beban Hilir Baru, kota Kayu Agung dari sekitar pukul 7 pagi tadi dengan membawa sejumlah map yang berisikan surat-surat diantaranya surat kontrak kerja yang didalamnya terdapat peraturan yang menjadi kontroversi dan permasalahan tersebut,sedangkan map yang lainnya berisi surat lamaran pekerjaan. Kepada media salah satu koordinator buruh yang bernama Ma’Ling mengatakan tidak ingin peraturan yang tercantum di dalam kontrak tersebut di publikasikan dan hanya akan di perlihatkan secara tertutup  



                                 Gambar: Liputan 6.com


“Kami menuntut agar hak kebebasan bekerja kami dikembalikan seperti sedia kala jika perusahaan tidak menginginkan kami maka biarkan kami menentukan jalan kami sendiri-sendiri jangan mempermainkan kami dan jangan PHP kami. Bebaskan saja koala jika tidak berniat memliharanya,kita tidak setuju sebagai karyawan perusahaan ditangani seperti dokter gigi oleh perusahaan saudara-saudara! lihat saja gigi saya yang banyak hilang walaupun sering konsultasi ke dokter gigi. Timpal Ma’Ling sambil menunjukkan giginya yang sudah hilang 4 buah dibagian depan” 

Kata-kata yang dilontarkan oleh Ma’Ling tersebut memicu teriakan dari ratusan rekan-rekan pendemo lainnya yang berada dibelakangnya sehingga suasana disekitar mereka menjadi gemuruh oleh suara teriakan,tim peliput yang beruntung berada dibagian terdekat dengan kelompok yang sedang melakukan orasi dapat merekam secara langsung proses tersebut sementara tim peliput lainnya harus bersusah payah menerobos kerumunan massa tersebut.  


                                          Gambar: Google.com


Aksi direncanakan akan berlangsung hingga sore hari dan berlangsung damai, massa yang terdiri dari berbagai lini satuan kerja di perusahaan mereka ini mengatakan akan terus melanjutkan aksi mereka apabila tuntutan mereka tidak di dengar sama sekali oleh pihak perusahaan,para awak media ingin meminta keterangan dari pihak terkait yang ada pada internal perusahaan namun ketika akan ditemui pihak keamanan tidak mengizinkan masuk walau hanya kedalam lobby dan mengatakan pihak perusahaan menolak memberikan komentar apapun untuk saat ini. Hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan mengenai perkara yang menjadi tuntutan para karyawan.



Berita Rekomendasi: Kenyataan profesi pujangga tidak seindah sebuah syair

                               Nasa sedangkan kembangkan desain robot untuk memeriksa asteroid

                               Nicky Frisco,remaja yang bermimpi menjadi pelatih sepakbola kelas dunia

                               Paus kepala kotak,ikan paus dengan gigi terbesar didunia




Lalu bagaimana komentar mereka terkait demo tersebut? Mari kita simak dibawah ini







Michael Corleone berkata:

“Tidak memiliki kemampuan manejemen karyawan atau hanya tidak kompeten”





Ketua gang The Orphans berkata:

“Mereka tidak ingin ditangani seperti dokter gigi!”





Lotso berkata:

“Karyawan outsourching bukan mainan”






Boss baby berkata:

"Perusahaan perlu mengelar rapat internal membahas hal ini”






Sentinel berkata:

“Karyawan outsourching juga sama seperti pihak perusahaan punya jiwa dan hati”





Zhuge Liang berkata:

“Perusahaan harus lebih memperhatikan aspirasi karyawan jangan ingin diperhatikan saja”





Nobunaga Oda berkata:

“Take and Give sajalah,saling memahami.”












ARTKEL TERKAIT



Tidak ada komentar:

Posting Komentar